PENTINGNYA KHILAFAH

Hazrat Mirza Tahir Ahmad

Pertanyaan: Di zaman ini, di dunia Islam khususnya, sangat membutuhkan lembaga Khilafah. Apa pentingnya hal itu? 1

Jawaban: Umat Islam yang seharusnya bersatu dan rukun, telah terkotak-kotak dalam sekte-sekte dan terpecah dalam jumlah yang banyak. Tidak hanya dalam hal agama tetapi juga dalam perpolitikan. ketika terdapat perpecahan, mereka tidak akan menggapai apapun di dunia ini, sesuatu yang hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang bersatu dan kompak. Dengan adanya perselisihan dan ketidakharmonisan, kekuatan dunia Islam bukan hanya akan hancur, tetapi mereka akan menggunakan kekuatan yang rapuh ini untuk menyerang satu sama lain. Ketika kondisi ini terjadi, maka kesemuanya akan dirugikan.

Beberapa kelompok mungkin sangat kuat, tetapi jika mereka berselisih dan saling menjatuhkan satu sama lain dalam permasalahan-permasalahan yang kecil atau besar, serta terus sibuk dalam pertempuran, maka kekuatan mereka akan terbelah dan hancur.

Hal ini terjadi di setiap negara Islam. Sayangnya semua ini mereka sebut sebagai Jihad. Apa yang mereka dapatkan dari semua ini? Sumber daya apa yang tersisa untuk membangun bangsa mereka sendiri, mempertahankan Islam atau melawan musuh? Oleh karena itu, umat Islam harus bersatu di bawah satu Imam. Harus ada satu Imam Islam untuk seluruh dunia. Tetapi tanpa khilafah, hal ini tidak mungkin terjadi. Khilafah adalah penerus setelah Nabi dalam bentuk seseorang menjadi wakil Nabi yang telah berlalu, dan Khalifah adalah wakil dan bawahannya. Ia merupakan otoritas pusat. Inilah prinsip dasar Khilafat.

Umat Islam memahami kebutuhan dan kepentingan khilafah ini. Hal ini dirasakan saat kewafatan Rasulullah (shallallahu alaihi wa sallam). Di dalam Islam hal ini begitu terangnya, bagaikan siang dengan malam, dan merupakan bagian dari ajaran Islam, bahwa tanpa persatuan dan kekompakan kalian tidak akan dapat menjalankan ajaran-ajaran Islam dengan benar. Ketika Anda pergi ke Masjid untuk melakukan shalat lima waktu, maka diperlukan Imam. Berdiri di belakang Imam adalah wujud persatuan dalam masyarakat. Itulah mengapa Al-Quran secara khusus menekankan pentingnya shalat berjamaah.

Terkait:   Terorisme Tidak Pernah Dibenarkan oleh Rasulullah

Imam diposisikan begitu penting, sampai-sampai jika Imam lupa, seluruh Jamaah tetap harus mengikuti Imam walaupun mereka tahu bahwa telah terjadi kesalahan dalam shalat. Contoh apa lagi yang lebih baik dari hal ini yang dapat diberikan tentang pentingnya seorang Imam dan persatuan para pengikutnya. Jika Imam merupakan pemegang perintah di sebuah masjid, maka bagaimana seluruh umat Islam dapat bertahan tanpa adanya seorang Imam.

Sejauh menyangkut Ummah, di dalam Alquran terdapat perintah untuk mengarahkan wajah mereka ke arah Kiblat. Bagi umat Islam di seluruh dunia, hanya ada satu Kiblat, kemanapun anda pergi kiblat tetap satu. Ini adalah petunjuk bahwa kewajiban Umat Islam adalah mereka harus bersatu di bawah satu Imam. Seandainya ini tidak menjadi tujuan utama, maka sama sekali tidak akan ada Khilafah karena kondisi rohani umat Islam di masa Rasulullah (shallallahu alaihi wa sallam) seribu kali lebih baik daripada umat Islam saat ini. Jika mereka saja saat itu perlu mengikuti Imam, bagaimana kita saat ini bisa hidup tanpa Imam di tengah kondisi umat merintih-rintih mendambakannya. Inilah jawaban mengapa Khilafah itu diperlukan.

Bagaimana Menegakkan Kembali Khilafah?

Permasalahannya adalah begitu Kekhilafahan berhenti, maka bukanlah kuasa manusia untuk menegakkannya kembali. Hal ini merupakan dilema yang saat ini dihadapi oleh umat Muslim. Khilafah dimulai saat seorang nabi wafat dan yang sangat disayangkan adalah saat sistem tersebut berakhir, maka merupakan hal yang mustahil untuk mengulanginya kembali tanpa adanya kehadiran seorang nabi.

Terkait:   Penistaan Agama Menurut Islam

Sejauh yang diketahui umat Islam, sesungguhnya mereka merupakan korban dari dua permasalahan. Menurut sebagian besar umat Islam, rantai Khilafah berakhir pada kepemimpinan Khalifah Ali ra. Setelah beliau, tidak ada lagi Khilafah Rasyidah. Yang ada adalah kerajaan monarki yang mengatasnamakan Khilafah, sebagian besar umat Muslim setuju bahwa Khilafat Rasyidah telah berakhir setelah Khalifah Ali. Sekarang, bagaimana anda dapat menengakkan kembali Khilafah ini?

Sejauh yang diyakini oleh para Imam Syiah, tidak ada masalah bagi mereka dikarenakan sebagian besar dari mereka meyakini bahwa kepemimpinan Imam berlanjut hingga Imam keduabelas. Sebagian lagi meyakini hanya sampai Imam keenam. Lalu sebagian lagi meyakini bahwa hal tersebut masih berlanjut hingga kini.

Namun sebagian besar umat Islam kini tidak lagi ternaungi oleh berkat Khilafah. Kalaupun kita menerima Imamah tetap berlanjut sampai hari ini, mereka pun tidak mampu mempersatukan seluruh umat dalam satu jamaah. Kita tengah membahas mengenai upaya mempersatukan seluruh umat dalam satu jamaah dan hal tersebut tidak akan dapat dicapai oleh Khilafah yang bersifat parsial atau regional. Hal tersebut hanya dapat tercapai dengan sebuah Khilafah yang bersifat universal ataupun global, yang akan menyatukan seluruh umat.

Umat Islam secara umum meyakini bahwa tidak ada nabi dalam kategori apapun yang akan datang lagi di masa ini. Yang berarti bahwa satu-satunya jalan untuk menegakkan Khilafah telah ditutup. Hal ini merupakan sebuah permasalahan yang kini dihadapi oleh umat Islam.

Para Ulama di masa kini memiliki sebuah jawaban terhadap permasalahan tersebut bahkan turut mengakui bahwa mereka juga meyakini akan datangnya kembali seorang nabi. Yaitu nabi lama (Nabi Isa bin Maryam), namun mereka mengatakan bahwa saat dirinya datang nanti, ia adalah seorang nabi. Selanjutnya Khilafah Islam yang sempat hilang tersebut akan dibangkitkan kembali oleh nabi Isa as dari Nazareth, yang diyakini akan turun dalam wujud ragawinya yang dulu.

Terkait:   Masjid yang Baik, Tetangga yang Baik

Namun yang menjadi permasalahan adalah kini empat belas abad telah berlalu, samasekali tidak ada tanda-tanda yang jelas akan kembalinya Nabi Isa as ke muka bumi. Tidak ada sama sekali tanda-tanda yang tampak jelas akan turunnya beliau. Dunia telah sangat berubah. Umat Islam telah melalui berbagai hal hingga mencapai kemunduran mereka yang terburuk. Meskipun demikian tidak ada satupun penampakan nabi Isa yang turun dari langit.

Kini, sebagian besar umat Islam telah begitu putus asa sehingga banyak yang tidak lagi peduli apakah beliau masih hidup ataupun wafat. Para ilmuwan di Universitas al-Azhar sendiri telah berulangkali menyatakan pemikiran serta pertimbangan yang mereka dasarkan dari Al-Qur’an, bahwa nabi Isa as telah wafat maka kedatangan beliau untuk yang kedua kalinya sudah jelas-jelas mustahil.

Ini mungkin merupakan sekedar jawaban yang memuaskan untuk mereka, namun faktanya mereka sendiri telah menetapkan untuk menutup pintu terhadap permasalahan ini. Tidak seorang pun yang akan turun dari langit, dan ini merupakan masalah yang besar dan pelik yang tengah dihadapi dunia Islam masa kini. Dengan keyakinan ini, mereka tidak hanya telah menutup institusi yang paling penting seperti khilafah ini, tetapi mereka juga menghalangi jalan masuk awal untuk berdirinya Khilafah.

Sumber: Alislam.org
Penerjemah: Irfan Adiatama

1 Program Liqa Ma’al Arab yang disiarkan oleh Muslim Television Ahmadiyya (MTA) yang merupakan acara tanya jawab antara orang-orang Arab dengan Hazrat Mirza Tahir Ahmad, Khalifah Ahmadiyah ke-4